Kau melabuhkan langkah ke kota besar itu
Dengan kata yang mampu membuat emmak tersipu
Namamu lalu menari di mulut-mulut tetangga
Dipuji hebat sebagai mahasiswa

Gelagatmu melambung percaya diri
Membawa cerita tentang organisasi
Sebut saja oleh-olehmu setiap pulang
Kemudian pamit kembali berpetualang

Merogok kantong celana Bapak
Berdelih kebutuhan kuliah yang mendesak
Sekoyong-koyong bapak berlagak kuat
Menatap netramu yang terus berisyarat

Emmak dan bapak yang tak pernah sekolah itu
Memandangi anak kebanggannya penuh haru
Seakan melukis harapan yang menggebu
Dalam riak-riak air mata penuh sendu

Miris...
Lihatlah yang ternyata kau lakukan
Di kampus besar yang dibanggakan
Seolah-olah menjadi orang paling dermawan
demi jabatan yang dibanggakan

Uang Bapak kau buat traktiran
kau tukar dengan perhatian kawan
kawan yang siap menjadi simpatisan
dengan slogan menguasai area coblosan

Eh... setidaknya kantong Bapak aman
jika uangmu hadiah slot, togel dan kawan-kawan