Semilir angin membawa lari semua cinta dan harapan
sungai yang tak pernah lagi tunjukan lenggoknyanampaknya ia malu
melihat ribuan anak negeri menangis kelaparan
Di tanah kelahirannya ia busung lapar
di kota pendidikannya ia buta huruf
di negerinya angin mamiri berdesakan antri beras miskin
Kota pahlawan
tak seorang pun sedih menatapnya
dongengan kaum berdasi
akan semakin mencekik leher kurus mereka
orasi kaum intelektual
tak mampu membuat hidup mereka sejahtera
Biarkan angin terus berhembus
kemanapun ia ingin
jika ia kembali
BAWALAH SEORANG NABI UNTUK KAMI
.png)
0 Komentar