Seperti yang kita harapkan.
Cinta sudah menjadi bagian tubuh kita, tampak senyum yang berbeda-beda, tapi ia menjadi satu dalam keluarga

Halo sahabat! Mengetuk hati yang sedang amatir, bertaruh harap ada yang mengelus
Sejenak saja, kau coba pegang tanganku kian keriput wajah lisut, suara kita menjadi hambar dalam keramaian

Gelas di hadapan meja, tempat kita pernah duduk
Mengalir sebongkahan ratap dan angan yang kian penuh, tapi tak tampak jelas di hadapan kita masing-masing

Nyatanya, rindu sudah mengelopak, ia telah bersiul harum
Padahal, kita sudah saling rencana untuk memetiknya dan menyerahkan kepada-Nya

Pada siapa lagi kalau bukan kepadamh sahabatku
Maka, mari kita tuang rindu ini ke dalam gelas kita, semesra dahulu