Seperti yang kita harapkan.
Cinta sudah menjadi bagian tubuh kita, tampak senyum yang berbeda-beda, tapi ia menjadi satu dalam keluargaHalo sahabat! Mengetuk hati yang sedang amatir, bertaruh harap ada yang mengelus
Sejenak saja, kau coba pegang tanganku kian keriput wajah lisut, suara kita menjadi hambar dalam keramaian
Gelas di hadapan meja, tempat kita pernah duduk
Mengalir sebongkahan ratap dan angan yang kian penuh, tapi tak tampak jelas di hadapan kita masing-masing
Nyatanya, rindu sudah mengelopak, ia telah bersiul harum
Padahal, kita sudah saling rencana untuk memetiknya dan menyerahkan kepada-Nya
Pada siapa lagi kalau bukan kepadamh sahabatku
Maka, mari kita tuang rindu ini ke dalam gelas kita, semesra dahulu
.png)
0 Komentar