Dengan hormat, dengan menjunjung keikhlasan, menilai secara gagasan, dipercayai orang-orang sekitar dan segala lemparan doa secara beruntun kepada calon ketua komisariat Pergerakan mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Islam Malang yang senantiasa dijamah doa suci senior-senior terdahulu yang sudah berjuang membesarkan nama PMII komisariat UNISMA sesuai dengan tujuan PMII itu sendiri "Terbentuknya pribadi muslim Indonesia yang bertaqwa kepada Allah SWT, yang berbudi luhur, berilmu, cakap, serta bertanggung jawab dalam mengamalkan ilmunya, dan komitmen memperjuangkan cita-cita kemerdekaan Indonesia." Jelas, dalam aturan dan produk hukum PMII lainnya.
Ketua komisariat UNISMA yang kelak akan merangkul sembilan Rayon di Unisma sekaligus menjadi bapak dan ketua Kopri komisariat yang akan menjadi ibu untuk anak-anak dalam satu atap untuk membesarkan anak-anaknya sesuai dengan ajaran Islam ahlussunah wal jama'ah.
Pada momen sakral, Rapat Tahunan Komisariat (RTK) sekarang sudah sampai pada tahap pemilihan ketua yang masih berlarut-larut, berpura-pura, disengaja.
Sembilan ketua Rayon akan menilai dan memilih siapa yang benar-benar pantas dan dipercaya untuk menjadi pemimpinnya, walaupun sembilan ketua kopri tidak punya hak suara memilih, tapi tentu jelas yang mereka harapkan ketua Kopri yang saling beriringan dengan ketua komisariat dan secara kapabilitas hampir sama.
Dalam forum yang dihadiri sembilan Rayon, sudah jelas mendengar, pada waktu sidang pleno V, pembacaan tatib persyaratan ketua komisariat dan ketua Kopri, terkhusus di poin 13, butir-butirnya, dan sub butirnya begitu penting untuk calon ketua komisariat dan ketua Kopri komisariat agar selangkah lebih maju diantara sembilan ketua Rayon dan sembilan Kopri Rayon.
Waktu terkuras banyak dalam menyambut ketua komisariat dan ketua Kopri komisariat, kenapa? Mungkinkah keputusan ketua Rayon masih di tangan orang lain? Tapi, yang menjadi catatan paling penting, ketika sudah mempertimbangkan dengan sematang-matangnya, kenapa masih goyah? Perlu di ingat untuk sembilan Rayon dan juga semua pihak dalam menyambut politik pilpres _"Sementara urusan merawat Indonesia adalah kepentingan jangka panjang yang jauh lebih penting. Jangan sampai peristiwa singkat ini dibesarkan melebihi proporsinya sehingga menenggelamkan tujuan jangka panjang itu. Inilah yang kewarasan dalam berpolitik. Kita perlu menjaga kewarasan ini secara bersama-sama, antara lain menghindari sikap berlebih-lebihan dalam urusan kompetisi politik"_ Gus Mus Tulisannya di hari Minggu, 28 Januari 2024 koran kompas.
Sekian, segala pemerhati PMII komisariat Unisma yang hari ini banyak melayangkan doa kepada-Nya, untuk tujuan jangka panjang dan tujuan yang lebih besar. Dan kembang api yang berbunyi di tahun baru akan berbunyi kembali di hari-hari terdekat, semoga cepat, dan dengan suara yang berbeda.
.png)
0 Komentar